Analisis Fundamental: Berapa Harga Wajar Saham?
Pertemuan 07
1 Pendekatan Top-Down
Analisis fundamental menggunakan pendekatan dari atas ke bawah (top-down):
🌍 Ekonomi Makro
↓
🏭 Analisis Sektor / Industri
↓
🏢 Analisis Perusahaan
↓
📊 Valuasi Saham
1.1 Logika Top-Down
- Ekonomi makro baik → investasi di saham menarik
- Sektor tertentu prospektif → pilih sektor yang akan tumbuh
- Perusahaan terbaik di sektor → pilih yang paling sehat dan murah
- Hitung harga wajar → putuskan beli atau tidak
2 Indikator Makro yang Perlu Diperhatikan
| Indikator | Penjelasan | Dampak ke Saham |
|---|---|---|
| BI Rate | Suku bunga acuan Bank Indonesia | BI Rate ↑ → saham cenderung ↓ (investasi beralih ke deposito) |
| Inflasi | Kenaikan harga umum | Inflasi tinggi → daya beli ↓ → laba perusahaan tertekan |
| GDP Growth | Pertumbuhan ekonomi | GDP tumbuh → konsumsi ↑ → pendapatan perusahaan ↑ |
| Kurs USD/IDR | Nilai tukar rupiah | Rupiah melemah → biaya impor ↑ → laba perusahaan importir ↓ |
| Harga komoditas | Minyak, CPO, batu bara, dll. | Komoditas ↑ → saham komoditas ↑, saham consumer ↓ |
- Bank Indonesia (bi.go.id) — BI Rate, inflasi, kurs
- BPS (bps.go.id) — GDP, inflasi sektoral
- Kemenkeu (kemenkeu.go.id) — APBN, kebijakan fiskal
3 Valuasi Relatif
Valuasi relatif membandingkan harga saham dengan metrik keuangan, lalu dibandingkan dengan perusahaan sejenis.
3.1 Price to Earnings Ratio (PER)
\[\text{PER} = \frac{\text{Harga Saham}}{\text{EPS}}\]
Cara Pakai:
- Hitung PER perusahaan target
- Bandingkan dengan PER rata-rata sektor
- Jika PER perusahaan < PER sektor → relatif lebih murah
- Jika PER perusahaan > PER sektor → relatif lebih mahal
Estimasi Harga Wajar:
\[\text{Harga Wajar} = \text{EPS} \times \text{PER rata-rata sektor}\]
3.2 Price to Book Value (PBV)
\[\text{PBV} = \frac{\text{Harga Saham}}{\text{BV per Share}}\]
Interpretasi:
- PBV < 1 → pasar menghargai di bawah nilai buku → bisa undervalued (atau ada masalah fundamental)
- PBV 1–3 → wajar untuk kebanyakan sektor
- PBV > 3 → pasar sangat optimis terhadap pertumbuhan masa depan
3.3 Jebakan Umum Valuasi Relatif ⚠️
| Jebakan | Penjelasan |
|---|---|
| Value trap | PER/PBV rendah bukan karena murah, tapi karena laba akan terus turun |
| Membandingkan lintas sektor | PER bank ≠ PER tech → harus sesama sektor |
| Mengabaikan pertumbuhan | PER tinggi bisa wajar jika pertumbuhan laba tinggi |
| Data historis vs forward | PER dengan laba tahun lalu vs estimasi laba tahun depan |
4 Dividend Discount Model (DDM)
Untuk saham yang rutin membagikan dividen, kita bisa menggunakan Gordon Growth Model — versi sederhana dari DDM.
4.1 Rumus Gordon Growth Model
\[P_0 = \frac{D_1}{r - g}\]
Di mana:
- \(P_0\) = harga wajar saham hari ini
- \(D_1\) = dividen yang diharapkan tahun depan
- \(r\) = required rate of return (tingkat pengembalian yang diharapkan investor)
- \(g\) = tingkat pertumbuhan dividen (growth rate)
4.2 Contoh Perhitungan
Data BBRI:
- Dividen tahun ini (\(D_0\)) = Rp 250
- Pertumbuhan dividen (\(g\)) = 8%
- Required return (\(r\)) = 15%
Langkah 1: Hitung \(D_1\) \[D_1 = D_0 \times (1 + g) = 250 \times 1,08 = \text{Rp 270}\]
Langkah 2: Hitung harga wajar \[P_0 = \frac{270}{0,15 - 0,08} = \frac{270}{0,07} = \text{Rp 3.857}\]
Interpretasi:
- Jika harga pasar BBRI saat ini Rp 3.500 → undervalued (beli!)
- Jika harga pasar BBRI saat ini Rp 4.500 → overvalued (tahan/jual)
- Hanya cocok untuk perusahaan yang rutin membagi dividen
- Asumsi pertumbuhan dividen konstan selamanya — tidak realistis
- Sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada \(r\) dan \(g\)
- Jika \(g > r\) → rumus tidak berlaku
5 Undervalued vs Overvalued
| Status | Definisi | Aksi |
|---|---|---|
| Undervalued | Harga pasar < harga wajar | Potensi beli → harga bisa naik ke harga wajar |
| Fairly valued | Harga pasar ≈ harga wajar | Tahan → harga sudah mencerminkan nilai wajar |
| Overvalued | Harga pasar > harga wajar | Pertimbangkan jual → harga bisa turun ke harga wajar |
5.1 Margin of Safety
Benjamin Graham (mentor Warren Buffett) mengajarkan konsep margin of safety:
Beli saham hanya ketika harganya jauh di bawah harga wajar, sebagai perlindungan terhadap kesalahan analisis.
\[\text{Margin of Safety} = \frac{\text{Harga Wajar} - \text{Harga Pasar}}{\text{Harga Wajar}} \times 100\%\]
Umumnya investor value menginginkan margin of safety minimal 20–30%.
6 Studi Kasus: Valuasi Emiten Populer
6.1 Contoh: Valuasi BBRI dengan PER Relatif
| Data | Nilai |
|---|---|
| EPS BBRI (TTM) | Rp 350 |
| Harga saham BBRI | Rp 4.800 |
| PER BBRI | 13,7x |
| PER rata-rata sektor perbankan | 12,0x |
| Harga wajar (PER sektor) | Rp 350 × 12 = Rp 4.200 |
Kesimpulan: Berdasarkan PER relatif, BBRI saat ini sedikit overvalued (harga pasar Rp 4.800 vs harga wajar Rp 4.200). Namun PER BBRI yang lebih tinggi dari rata-rata sektor bisa dijustifikasi jika pertumbuhan labanya juga lebih tinggi.
Valuasi bukan ilmu pasti. Ini adalah estimasi berdasarkan asumsi. Investor yang baik menggunakan beberapa metode valuasi dan mempertimbangkan faktor kualitatif (manajemen, competitive advantage, prospek industri).
7 Aktivitas Minggu Ini
7.1 Tugas: Valuasi Saham Sederhana
Lakukan valuasi saham menggunakan PER relatif dan/atau Gordon Growth Model.
Instruksi:
- Pilih 1 emiten dari tugas Minggu 6 yang menurutmu lebih menarik
- Cari data: EPS, harga saham saat ini, rata-rata PER sektor (screenshot dari Stockbit/RTI)
- Hitung harga wajar menggunakan PER relatif: Harga Wajar = EPS × PER rata-rata sektor
- Untuk emiten yang rutin bagi dividen: coba hitung juga dengan Gordon Growth Model
- Kesimpulan: apakah saham ini undervalued atau overvalued? Rekomendasi: beli, tahan, atau jual?
Format: Hitungan tulis tangan + screenshot data + kesimpulan. Maks 3 halaman.
7.2 Rubrik Penilaian
| Aspek | Bobot |
|---|---|
| Kebenaran perhitungan valuasi | 35% |
| Kelengkapan dan keakuratan data input | 25% |
| Konsistensi kesimpulan dengan hitungan | 25% |
| Kerapian penyajian | 15% |