Latihan Soal — Persiapan UAS

Manajemen Investasi — EKM 19608

Halaman ini berisi kompilasi latihan soal dari Pertemuan 9–14 untuk persiapan Ujian Akhir Semester (UAS). Materi UAS mencakup:

Pertemuan Topik
9 Analisis Teknikal
10 Reksadana dan ETF
11 Obligasi
12 Derivatif & Manajemen Risiko
13 Evaluasi Kinerja & Behavioral Finance
14 Investasi Era Digital & Financial Plan
CatatanCatatan

UAS bersifat komprehensif — materi UTS (Pertemuan 1–7) juga bisa diujikan. Pastikan untuk me-review Latihan UTS juga.


1 Pertemuan 9 — Analisis Teknikal

Soal 9.1 Jelaskan apa itu analisis teknikal dan apa perbedaannya dengan analisis fundamental. Kapan masing-masing pendekatan lebih tepat digunakan?

Soal 9.2 Jelaskan komponen grafik candlestick: body, shadow (wick), open, close, high, low. Bagaimana membedakan candle bullish dan bearish?

Soal 9.3 Jelaskan tiga jenis trend: uptrend, downtrend, dan sideways. Bagaimana cara mengidentifikasi masing-masing dari grafik?

Soal 9.4 Apa yang dimaksud dengan support dan resistance? Jelaskan apa yang terjadi ketika harga menembus (breakout) level support atau resistance.

Soal 9.5 Jelaskan Moving Average (MA). (a) Apa perbedaan MA 20, MA 50, dan MA 200? (b) Apa itu golden cross dan death cross? (c) Berikan contoh sinyal beli dan jual berdasarkan MA.

Soal 9.6 Seorang teman berkata: “Analisis teknikal bisa memprediksi harga saham dengan pasti.” Apakah pernyataan ini benar? Jelaskan keterbatasan analisis teknikal.

Soal 9.7 Jelaskan perbedaan antara investor yang menggunakan analisis teknikal jangka pendek (trading) vs investor jangka panjang yang menggunakan fundamental. Pendekatan mana yang lebih cocok untuk mahasiswa pemula?


2 Pertemuan 10 — Reksadana dan ETF

Soal 10.1 Jelaskan 5 jenis reksadana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, indeks). Untuk masing-masing, sebutkan profil risiko dan horizon investasi yang sesuai.

Soal 10.2 Apa yang dimaksud dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih)? Bagaimana cara menghitung return investasi reksadana berdasarkan perubahan NAB?

Soal 10.3 Investor melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) Rp 500.000 per bulan selama 6 bulan. NAB per unit pada setiap bulan:

Bulan NAB/Unit
1 1.000
2 950
3 1.050
4 980
5 1.100
6 1.150
  1. Hitung jumlah unit yang dibeli setiap bulan.
  2. Hitung total unit dan rata-rata harga beli per unit.
  3. Berapa nilai investasi di akhir bulan 6?
  4. Berapa return total?

Soal 10.4 Apa perbedaan antara ETF dan reksadana konvensional? Sebutkan minimal 4 aspek perbandingan (cara beli, biaya, likuiditas, minimum investasi).

Soal 10.5 Jelaskan apa yang dimaksud dengan expense ratio pada reksadana. Mengapa biaya ini penting diperhatikan investor jangka panjang?

Soal 10.6 Seorang investor pemula memiliki Rp 1 juta per bulan untuk investasi, horizon 5 tahun, profil moderat. Rekomendasikan jenis reksadana yang tepat beserta alasannya.


3 Pertemuan 11 — Obligasi

Soal 11.1 Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen obligasi: nilai nominal (face value), kupon, tanggal jatuh tempo (maturity), dan penerbit (issuer).

Soal 11.2 Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis obligasi pemerintah Indonesia yang bisa dibeli retail: ORI, SBR, ST, SR. Apa perbedaan utama di antara keempatnya?

Soal 11.3 Jelaskan hubungan terbalik antara harga obligasi dan suku bunga. Mengapa ketika suku bunga naik, harga obligasi turun?

Soal 11.4 Obligasi ORI022: kupon 5,75% per tahun, nilai nominal Rp 1 juta, tenor 3 tahun, pajak kupon 10%. (a) Berapa kupon bersih per tahun? (b) Bandingkan dengan deposito bank 4,5% (pajak 20%). Mana yang lebih menguntungkan?

Soal 11.5 Obligasi korporasi: nominal Rp 1.000.000, kupon 9% per tahun, jatuh tempo 5 tahun. Obligasi dijual di harga Rp 950.000. (a) Hitung current yield. (b) Estimasi YTM menggunakan rumus aproksimasi:

\[YTM \approx \frac{C + \frac{F - P}{n}}{\frac{F + P}{2}}\]

Soal 11.6 Jelaskan apa yang dimaksud dengan rating obligasi (AAA, AA, A, BBB, dll.). Mengapa rating penting bagi investor? Apa hubungan antara rating dan yield?

Soal 11.7 Kapan obligasi lebih menarik dibandingkan deposito? Kapan deposito lebih menarik? Jelaskan dari sisi return, risiko, dan likuiditas.


4 Pertemuan 12 — Derivatif & Manajemen Risiko

Soal 12.1 Jelaskan apa yang dimaksud dengan instrumen derivatif. Mengapa disebut “derivatif”? Sebutkan contoh underlying asset yang umum.

Soal 12.2 Jelaskan perbedaan antara kontrak futures dan opsi (options). Aspek yang dibandingkan: kewajiban, risiko pembeli, biaya awal.

Soal 12.3 Seorang petani kopi khawatir harga kopi akan turun saat panen 3 bulan lagi. Harga kopi saat ini Rp 80.000/kg. (a) Instrumen derivatif apa yang bisa digunakan untuk hedging? (b) Jelaskan mekanismenya. (c) Apa yang terjadi jika harga kopi justru naik ke Rp 100.000/kg saat panen?

Soal 12.4 Jelaskan perbedaan antara call option dan put option. Kapan masing-masing digunakan?

Soal 12.5 Perusahaan eksportir Indonesia menerima pembayaran USD 100.000 dalam 3 bulan. Kurs saat ini Rp 15.500/USD. (a) Apa risiko yang dihadapi eksportir? (b) Bagaimana cara hedging menggunakan forward/futures? (c) Jika kurs turun ke Rp 14.800 tanpa hedging, berapa kerugian kurs? (d) Jika sudah hedging di kurs Rp 15.500, berapa yang diterima?

Soal 12.6 Jelaskan perbedaan antara hedging dan spekulasi menggunakan derivatif. Mengapa spekulasi derivatif sangat berisiko?

Soal 12.7 Sebutkan satu contoh kasus perusahaan/institusi yang mengalami kerugian besar karena spekulasi derivatif. Apa pelajaran yang bisa diambil?


5 Pertemuan 13 — Evaluasi Kinerja & Behavioral Finance

Soal 13.1 Jelaskan mengapa mengevaluasi kinerja investasi tidak cukup hanya dengan melihat return. Apa ukuran yang lebih tepat?

Soal 13.2 Tiga portofolio:

Portofolio Return Std. Dev (σ)
X 18% 24%
Y 14% 12%
Z 10% 6%

Risk-free rate = 5%. (a) Hitung Sharpe Ratio masing-masing. (b) Portofolio mana yang kinerjanya terbaik? (c) Apakah portofolio dengan return tertinggi selalu yang terbaik?

Soal 13.3 Portofolio Anda: return 15%, σ = 18%. Benchmark IHSG: return 12%, σ = 15%. Risk-free rate = 5%. (a) Hitung Sharpe Ratio portofolio dan IHSG. (b) Apakah portofolio Anda outperform IHSG?

Soal 13.4 Jelaskan 6 bias perilaku investor berikut dan berikan contoh masing-masing: (a) FOMO, (b) Loss aversion, (c) Herding, (d) Overconfidence, (e) Anchoring, (f) Recency bias.

Soal 13.5 Seorang investor membeli saham di Rp 5.000. Harga turun ke Rp 3.000. Investor menolak menjual karena “belum rugi kalau belum dijual” dan menunggu harga kembali ke Rp 5.000. (a) Bias apa yang dialami investor? (b) Apa yang sebaiknya dilakukan? (c) Bagaimana cara mencegah bias ini?

Soal 13.6 Jelaskan minimal 4 tips psikologi investasi yang dapat membantu investor menghindari pengambilan keputusan emosional.

Soal 13.7 Mengapa membuat aturan investasi tertulis (investment policy statement) penting? Apa saja yang sebaiknya tercantum di dalamnya?


6 Pertemuan 14 — Investasi Era Digital & Financial Plan

Soal 14.1 Sebutkan dan jelaskan minimal 5 platform fintech investasi di Indonesia. Untuk masing-masing, sebutkan produk yang ditawarkan.

Soal 14.2 Jelaskan apa itu robo-advisor. (a) Bagaimana cara kerjanya? (b) Apa kelebihan dan kekurangannya? (c) Untuk siapa robo-advisor paling cocok?

Soal 14.3 Jelaskan status hukum kripto (cryptocurrency) di Indonesia. (a) Apakah legal? (b) Siapa regulatornya? (c) Bolehkah digunakan sebagai alat pembayaran? (d) Apa risiko utama investasi kripto?

Soal 14.4 Jelaskan apa itu investasi ESG. Sebutkan 3 pilar ESG dan berikan contoh kriteria untuk masing-masing pilar.

Soal 14.5 Jelaskan perbedaan antara investasi konvensional dan investasi syariah. Sebutkan produk investasi syariah yang tersedia di Indonesia.

Soal 14.6 Gaji seorang fresh graduate Rp 7 juta per bulan. Menggunakan aturan 50-30-20:

  1. Berapa alokasi untuk kebutuhan pokok, keinginan, dan tabungan/investasi?
  2. Dari porsi investasi, buatkan rencana alokasi ke produk investasi yang sesuai (pertimbangkan: dana darurat dulu, kemudian investasi jangka panjang).
  3. Jika konsisten selama 10 tahun dengan return rata-rata 10% per tahun, berapa estimasi total aset investasi?

Soal 14.7 Sebutkan urutan prioritas keuangan yang benar sebelum mulai investasi agresif. Jelaskan mengapa urutan ini penting.


7 Tips Persiapan UAS

TipStrategi Belajar
  1. Formula kunci UAS: Sharpe Ratio, current yield, YTM (aproksimasi), return reksadana (NAB), DCA, perhitungan kupon bersih pajak.
  2. Pahami konsep kualitatif: Behavioral finance, ESG, derivatif (hedging vs spekulasi), fintech — UAS akan banyak soal konseptual.
  3. Hubungan antar topik: Analisis teknikal (Pert. 9) melengkapi fundamental (Pert. 7), Reksadana/ETF (Pert. 10) & Obligasi (Pert. 11) sebagai alternatif saham, Evaluasi (Pert. 13) menggunakan konsep return & risiko (Pert. 4-5).
  4. Review juga materi UTS — UAS bersifat komprehensif.
  5. Latih studi kasus: Soal UAS kemungkinan berbasis skenario/kasus nyata.