Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang

Pertemuan 05 — Diversifikasi & Portofolio

Konsep diversifikasi, korelasi antar aset, portofolio 2 aset, alokasi aset berdasarkan profil risiko.

1 Konsep Diversifikasi

“Don’t put all your eggs in one basket.”

Diversifikasi adalah strategi menyebar investasi ke beberapa instrumen atau aset yang berbeda untuk mengurangi risiko. Jika satu aset turun, aset lain mungkin naik atau stabil, sehingga kerugian keseluruhan bisa diminimalkan.

1.1 Kenapa 1 Saham Itu Berbahaya?

Bayangkan kamu menaruh seluruh uangmu di satu saham:

  • Jika saham itu naik 50% → kamu untung besar ✅
  • Jika saham itu turun 50% → kamu rugi separuh uangmu ❌
  • Jika perusahaan bangkrut → uangmu bisa hilang total ❌❌

Dengan diversifikasi, misalnya 5 saham berbeda:

  • Jika 1 saham turun 50%, dampaknya hanya 10% dari total portofolio
  • Saham lain mungkin naik dan mengompensasi kerugian

1.2 Contoh Konkret

Portofolio Komposisi Skenario Buruk
Tanpa diversifikasi 100% saham teknologi Sektor tech crash → rugi 40%
Diversifikasi sektor 33% bank + 33% consumer + 33% tech Tech crash → rugi hanya ~13%
Diversifikasi aset 40% saham + 30% obligasi + 20% emas + 10% deposito Tech crash → rugi mungkin hanya ~5%

2 Korelasi Antar Aset

Korelasi mengukur bagaimana pergerakan harga dua aset saling berhubungan.

2.1 Nilai Korelasi (\(\rho\))

Korelasi Arti Efek Diversifikasi
\(\rho = +1\) Bergerak searah sempurna ❌ Tidak ada manfaat
\(0 < \rho < 1\) Cenderung searah ⚠️ Sedikit manfaat
\(\rho = 0\) Tidak ada hubungan ✅ Manfaat baik
\(-1 < \rho < 0\) Cenderung berlawanan ✅✅ Manfaat sangat baik
\(\rho = -1\) Bergerak berlawanan sempurna ✅✅✅ Diversifikasi sempurna
TipKunci Diversifikasi

Pilih aset yang korelasinya rendah atau negatif satu sama lain. Contoh: saham dan emas sering bergerak berlawanan saat krisis.

2.2 Contoh Korelasi di Pasar Indonesia

Pasangan Aset Korelasi Tipikal
Saham bank vs saham bank Tinggi positif (+0,7 s.d. +0,9)
Saham vs obligasi Rendah/negatif (-0,2 s.d. +0,3)
Saham vs emas Rendah/negatif (-0,3 s.d. +0,1)
IHSG vs USD/IDR Negatif (-0,3 s.d. -0,5)

3 Portofolio 2 Aset

3.1 Return Portofolio

\[R_p = w_A \cdot R_A + w_B \cdot R_B\]

Di mana:

  • \(R_p\) = return portofolio
  • \(w_A, w_B\) = bobot (proporsi) masing-masing aset (\(w_A + w_B = 1\))
  • \(R_A, R_B\) = return masing-masing aset

3.2 Risiko Portofolio

\[\sigma_p = \sqrt{w_A^2 \cdot \sigma_A^2 + w_B^2 \cdot \sigma_B^2 + 2 \cdot w_A \cdot w_B \cdot \rho_{AB} \cdot \sigma_A \cdot \sigma_B}\]

3.3 Contoh Perhitungan

Dua saham dengan data berikut:

Saham A (Bank) Saham B (Consumer)
Expected return 15% 10%
Standar deviasi 20% 12%
Korelasi +0,3

Jika portofolio: 60% Saham A + 40% Saham B:

Return portofolio: \[R_p = 0,6 \times 15\% + 0,4 \times 10\% = 9\% + 4\% = 13\%\]

Risiko portofolio: \[\sigma_p = \sqrt{(0,6)^2(20)^2 + (0,4)^2(12)^2 + 2(0,6)(0,4)(0,3)(20)(12)}\] \[= \sqrt{144 + 23,04 + 34,56} = \sqrt{201,6} = 14,2\%\]

CatatanPerhatikan!

Risiko portofolio (14,2%) lebih rendah dari rata-rata tertimbang risiko individual (\(0,6 \times 20\% + 0,4 \times 12\% = 16,8\%\)). Inilah manfaat diversifikasi!

4 Alokasi Aset

Alokasi aset adalah keputusan berapa persen dana yang dialokasikan ke tiap jenis instrumen investasi.

4.2 Rule of Thumb: “100 Minus Usia”

Panduan sederhana untuk menentukan porsi saham dalam portofolio:

\[\text{Porsi Saham (\%)} = 100 - \text{Usia}\]

Usia Porsi Saham Porsi Obligasi/Fixed Income
20 tahun 80% 20%
30 tahun 70% 30%
40 tahun 60% 40%
50 tahun 50% 50%
60 tahun 40% 60%
PeringatanCatatan

Rule “100 minus usia” adalah panduan sangat sederhana. Alokasi aset yang tepat harus mempertimbangkan tujuan keuangan, pendapatan, tanggungan, toleransi risiko, dan horizon investasi masing-masing individu.

5 Aktivitas Minggu Ini

5.1 Tugas Kelompok: Susun Portofolio Mini Rp 10 Juta

PentingDetail Tugas

Kelompok (3–4 orang) menyusun portofolio investasi Rp 10 juta berdasarkan profil investor yang diundi.

Instruksi:

  1. Setiap kelompok mengundi profil investor: (A) mahasiswa baru 18 tahun, (B) karyawan muda 25 tahun, (C) ibu rumah tangga 40 tahun, (D) pensiunan 60 tahun
  2. Susun alokasi aset: berapa persen saham, obligasi, reksadana, emas, deposito?
  3. Pilih produk spesifik untuk setiap kategori (nama saham, nama reksadana, dll.) dengan alasan
  4. Buat visualisasi pie chart alokasi
  5. Diskusikan di kelas: kelompok lain boleh “menantang” keputusan alokasi kalian

Format: Presentasi singkat 5 menit + 1 halaman ringkasan portofolio.

5.2 Rubrik Penilaian

Aspek Bobot
Kesesuaian alokasi dengan profil investor 30%
Kualitas pemilihan produk dan justifikasi 25%
Kemampuan menjawab tantangan dari kelompok lain 25%
Visualisasi dan kerapian presentasi 20%