Evaluasi Kinerja & Behavioral Finance

Manajemen Investasi โ€” Pertemuan 13

EKM 19608 โ€” Perbanas Institute

Agenda Hari Ini

  1. Mengapa Perlu Evaluasi Kinerja?
  2. Benchmark: Membandingkan dengan Apa?
  3. Sharpe Ratio
  4. Bias Perilaku Investor
  5. Tips Psikologi Investasi

Mengapa Evaluasi Penting? ๐Ÿ“Š

  • Untung belum tentu kinerja bagus
  • Return harus dibandingkan dengan risiko yang diambil
  • Dan dibandingkan dengan benchmark yang relevan

Contoh

Return 1 Tahun Risiko (ฯƒ)
Portofolio Anda 15% 25%
IHSG 12% 18%
Deposito 5% ~0%

Apakah 15% berarti bagus?

Benchmark: Patokan Kinerja ๐Ÿ“

Jenis Portofolio Benchmark
Saham Indonesia IHSG atau LQ45
Obligasi IBPA Bond Index
Campuran Gabungan indeks
Reksadana saham IHSG

Prinsip:

Benchmark harus sebanding dengan profil risiko portofolio

Sharpe Ratio โšก

\[SR = \frac{R_p - R_f}{\sigma_p}\]

Simbol Keterangan
\(R_p\) Return portofolio
\(R_f\) Return risk-free (SBI/deposito)
\(\sigma_p\) Standar deviasi portofolio

Sharpe Ratio = return per unit risiko โ†’ makin tinggi makin baik

Contoh Sharpe Ratio ๐Ÿงฎ

Portofolio A Portofolio B
Return 18% 15%
Risk-free 5% 5%
Std. Dev 20% 8%
Sharpe 0,65 1,25 โœ…

\[SR_A = \frac{0{,}18 - 0{,}05}{0{,}20} = 0{,}65\]

\[SR_B = \frac{0{,}15 - 0{,}05}{0{,}08} = 1{,}25\]

Portofolio B lebih efisien meski return-nya lebih rendah!

Behavioral Finance ๐Ÿง 

Investor sering bertindak tidak rasional karena bias psikologis.

6 bias utama yang perlu diwaspadai:

6 Bias Investor

1. FOMO ๐Ÿ“ฑ

Beli karena ikut-ikutan hype

2. Loss Aversion ๐Ÿ˜ฐ

Rugi Rp 1 jt terasa 2ร— lebih sakit dari untung Rp 1 jt

3. Herding ๐Ÿ‘

Ikut โ€œkawananโ€ โ€” beli/jual bareng-bareng

4. Overconfidence ๐Ÿ˜Ž

Merasa tahu segalanya setelah untung sekali

5. Anchoring โš“

Terpaku harga beli โ†’ menolak cut loss

6. Recency Bias ๐Ÿ”„

Menilai dari kejadian terkini saja

Studi Kasus: Saham GOTO ๐Ÿ“‰

Fase Bias
IPO โ†’ ramai beli FOMO + Herding
Harga turun terus Anchoring (nunggu balik ke 400)
Tidak mau jual Loss aversion
Beli lagi (โ€œaverage downโ€) Overconfidence

Banyak investor retail terjebak bias beruntun pada saham-saham IPO populer

Tips Psikologi Investasi ๐Ÿ’ก

  1. Buat aturan investasi TERTULIS โ€” kapan beli, kapan jual
  2. Tetapkan stop-loss di awal โ€” bukan setelah rugi
  3. Review berkala โ€” evaluasi bulanan/kuartalan
  4. Jangan cek harga tiap menit โ€” memicu emosi
  5. Diversifikasi mengurangi tekanan psikologis
  6. Catat keputusan & alasannya โ€” belajar dari kesalahan

Tugas Individu ๐Ÿ“

Evaluasi Portofolio Virtual

  1. Ambil data portofolio virtual dari latihan sebelumnya
  2. Hitung return kumulatif dan standar deviasi
  3. Bandingkan dengan IHSG di periode yang sama
  4. Hitung Sharpe Ratio portofolio Anda
  5. Refleksi: bias apa yang Anda rasakan selama simulasi?

Tulisan naratif 500โ€“800 kata, sertakan screenshot dan perhitungan

Takeaway ๐ŸŽฏ

  1. Return saja tidak cukup โ†’ harus diukur per unit risiko
  2. Sharpe Ratio = alat sederhana tapi powerful
  3. Kita semua punya bias โ€” mengenalinya = setengah pertempuran
  4. Disiplin dan aturan tertulis > emosi dan firasat

Minggu depan: Investasi di Era Digital & Financial Plan ๐ŸŒ