Pertemuan 9: Dasar-Dasar Saham Biasa
Manajemen Investasi — EKM 19608
1 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan karakteristik dan hak-hak pemegang saham biasa.
- Membedakan jenis-jenis saham berdasarkan style dan kapitalisasi pasar.
- Memahami mekanisme perdagangan saham di pasar modal Indonesia.
- Menghitung indeks saham menggunakan berbagai metode pembobotan.
- Memahami peran pasar primer dan sekunder dalam penerbitan saham.
2 Karakteristik Saham Biasa
2.1 Definisi
Saham biasa (common stock) merepresentasikan kepemilikan residual (residual ownership) dalam suatu perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki klaim terakhir atas aset dan pendapatan perusahaan — setelah kreditur dan pemegang saham preferen.
2.2 Hak-Hak Pemegang Saham Biasa
| Hak | Penjelasan |
|---|---|
| Hak suara (voting rights) | Satu saham = satu suara dalam RUPS; memilih dewan komisaris dan direksi |
| Hak atas dividen | Menerima distribusi laba jika dewan memutuskan pembagian dividen |
| Hak klaim residual | Klaim atas aset perusahaan setelah semua kewajiban dilunasi (saat likuidasi) |
| Hak pre-emptive | Prioritas membeli saham baru (rights issue) untuk menjaga proporsi kepemilikan |
| Hak transferability | Dapat menjual/mentransfer saham di pasar sekunder |
Tanggung jawab pemegang saham terbatas pada jumlah investasi. Jika perusahaan bangkrut, pemegang saham kehilangan maksimal sebesar nilai investasinya — tidak lebih.
2.3 Saham Biasa vs. Saham Preferen
| Aspek | Saham Biasa | Saham Preferen |
|---|---|---|
| Dividen | Tidak dijamin, variabel | Dijamin (fixed), dibayar lebih dulu |
| Hak suara | Ada | Biasanya tidak ada |
| Klaim likuidasi | Terakhir (residual) | Sebelum saham biasa |
| Potensi capital gain | Tidak terbatas | Terbatas |
| Sensitivitas terhadap kinerja | Tinggi | Rendah |
Sumber: Smart, Gitman & Joehnk (2017), Ch. 6
3 Klasifikasi Saham
3.1 Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
\[ \text{Market Cap} = \text{Harga Saham} \times \text{Jumlah Saham Beredar} \]
| Kategori | Kapitalisasi Pasar | Karakteristik |
|---|---|---|
| Large-cap (blue chips) | > Rp 40 triliun (atau >$10B) | Stabil, likuid, dividennya konsisten |
| Mid-cap | Rp 10–40 triliun ($2–10B) | Pertumbuhan moderat, likuiditas cukup |
| Small-cap | Rp 1–10 triliun ($300M–2B) | Potensi pertumbuhan tinggi, volatil |
| Micro-cap | < Rp 1 triliun (<$300M) | Sangat volatil, likuiditas rendah |
3.2 Berdasarkan Style Investasi
| Style | Karakteristik | Metrik Kunci |
|---|---|---|
| Value stocks | P/E rendah, P/B rendah, dividend yield tinggi | P/E < rata-rata sektor |
| Growth stocks | Pertumbuhan EPS tinggi, P/E tinggi, dividend yield rendah | Pertumbuhan EPS > 15%/tahun |
| Income stocks | Dividen stabil dan tinggi; payout ratio besar | Dividend yield > 4% |
| Cyclical stocks | Kinerja mengikuti siklus ekonomi | Sektor: properti, otomotif, komoditas |
| Defensive stocks | Stabil di berbagai kondisi ekonomi | Sektor: konsumer, utilitas, kesehatan |
3.3 Contoh Klasifikasi di BEI
| Saham | Kategori Cap | Style | Sektor |
|---|---|---|---|
| BBCA (Bank Central Asia) | Large-cap | Growth/Value | Keuangan |
| TLKM (Telkom Indonesia) | Large-cap | Income/Defensive | Telekomunikasi |
| ASII (Astra International) | Large-cap | Cyclical | Konglomerasi |
| ACES (Ace Hardware) | Mid-cap | Growth | Ritel |
Sumber: Smart, Gitman & Joehnk (2017), Ch. 6; Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 9
4 Pasar Modal dan Mekanisme Perdagangan
4.1 Pasar Primer vs. Pasar Sekunder
| Aspek | Pasar Primer | Pasar Sekunder |
|---|---|---|
| Fungsi | Penerbitan saham baru | Perdagangan saham yang sudah beredar |
| Pihak terlibat | Emiten ↔︎ Investor (via underwriter) | Investor ↔︎ Investor (via broker) |
| Mekanisme | IPO, Rights Issue, Private Placement | Order matching di bursa |
| Penerima dana | Emiten (perusahaan) | Investor penjual |
| Contoh | IPO GoTo (GOTO) 2022 | Jual-beli BBCA di BEI |
4.2 Mekanisme Perdagangan di BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan sistem JATS (Jakarta Automated Trading System):
- Sesi perdagangan: Sesi I (09.00–12.00) dan Sesi II (13.30–16.00) WIB
- Satuan lot: 100 lembar saham per lot
- Tick size: Fraksi harga tergantung level harga (Rp 1, Rp 2, Rp 5, Rp 10, Rp 25)
- Settlement: T+2 (dua hari kerja setelah transaksi)
- Auto rejection: ±20–35% dari harga sebelumnya (tergantung board)
4.3 Biaya Transaksi
| Komponen | Beli | Jual |
|---|---|---|
| Komisi broker | 0,10–0,30% | 0,10–0,30% |
| Pajak final | 0% | 0,10% |
| Total estimasi | ~0,15–0,30% | ~0,25–0,40% |
Biaya transaksi mungkin terlihat kecil, tetapi bagi investor aktif (frequent trader), total biaya bisa terakumulasi secara signifikan. Investor dengan portofolio Rp 100 juta yang melakukan turnover 300% per tahun bisa membayar biaya transaksi ~Rp 1,5–2 juta per tahun.
Sumber: Smart, Gitman & Joehnk (2017), Ch. 6
5 Indeks Saham
5.1 Fungsi Indeks
Indeks saham berfungsi sebagai:
- Barometer pasar — mengukur arah dan magnitude pergerakan pasar secara keseluruhan
- Benchmark — tolok ukur kinerja portofolio
- Basis produk investasi — dasar ETF, index fund, dan derivatif
5.2 Metode Pembobotan Indeks
| Metode | Formula | Contoh Indeks |
|---|---|---|
| Price-weighted | Rata-rata harga saham | Dow Jones Industrial Average |
| Value-weighted (cap-weighted) | Bobot = market cap / total market cap | IHSG, S&P 500 |
| Equal-weighted | Setiap saham berbobot sama (1/N) | S&P 500 Equal Weight |
5.3 Contoh Perhitungan — Price-Weighted Index
Tiga saham dalam indeks:
| Saham | Harga (\(t_0\)) | Harga (\(t_1\)) |
|---|---|---|
| A | Rp 2.000 | Rp 2.200 |
| B | Rp 5.000 | Rp 4.800 |
| C | Rp 3.000 | Rp 3.300 |
Indeks awal (basis = 100):
\[ \text{Divisor}_0 = \frac{2.000 + 5.000 + 3.000}{100} = 100 \]
\[ \text{Indeks}_1 = \frac{2.200 + 4.800 + 3.300}{100} = 103 \]
Return indeks: \(\frac{103 - 100}{100} = 3\%\)
Pada price-weighted index, saham dengan harga lebih tinggi memiliki pengaruh lebih besar terhadap indeks — bukan saham dengan market cap terbesar. Ini menjadi kelemahan utama Dow Jones: saham berharga $300 mempengaruhi indeks 10× lebih besar dari saham $30, terlepas dari ukuran perusahaan.
5.4 Contoh Perhitungan — Value-Weighted Index
| Saham | Harga (\(t_0\)) | Saham Beredar | Market Cap (\(t_0\)) | Harga (\(t_1\)) | Market Cap (\(t_1\)) |
|---|---|---|---|---|---|
| X | Rp 1.000 | 10 juta | Rp 10 M | Rp 1.100 | Rp 11 M |
| Y | Rp 500 | 40 juta | Rp 20 M | Rp 480 | Rp 19,2 M |
| Z | Rp 2.000 | 5 juta | Rp 10 M | Rp 2.100 | Rp 10,5 M |
Total market cap: \(t_0 = \text{Rp 40 M}\), \(t_1 = \text{Rp 40,7 M}\)
\[ \text{Indeks}_1 = \frac{40{,}7}{40{,}0} \times 100 = 101{,}75 \]
Return indeks: \(1{,}75\%\) — didominasi oleh saham Y karena market cap terbesar.
5.5 Indeks di Indonesia
| Indeks | Metode | Cakupan |
|---|---|---|
| IHSG (Jakarta Composite Index) | Value-weighted | Semua saham tercatat di BEI |
| LQ45 | Value-weighted | 45 saham paling likuid |
| IDX30 | Value-weighted | 30 saham paling likuid & berkapitalisasi besar |
| IDX80 | Value-weighted | 80 saham likuiditas & fundamentals baik |
| Jakarta Islamic Index (JII) | Value-weighted | 30 saham syariah paling likuid |
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 9; Reilly & Brown (2015), Ch. 5
6 Ringkasan
- Saham biasa memberikan kepemilikan residual dengan hak suara, hak dividen, dan limited liability.
- Saham diklasifikasikan berdasarkan kapitalisasi pasar (large/mid/small-cap) dan style (value, growth, income, cyclical, defensive).
- Pasar primer untuk penerbitan baru (IPO), pasar sekunder untuk perdagangan antar investor.
- Indeks saham mengukur pergerakan pasar; metode pembobotan (price-weighted, value-weighted, equal-weighted) menghasilkan return indeks yang berbeda.
- Di Indonesia, IHSG menggunakan metode value-weighted dan mencakup seluruh saham tercatat di BEI.
7 Latihan Soal
Soal 1 — Hak Pemegang Saham
PT ABC akan melakukan rights issue dengan rasio 5:1 (setiap 5 saham lama berhak membeli 1 saham baru) di harga Rp 4.000. Harga pasar saat ini Rp 5.500. Investor A memiliki 10.000 saham. (a) Berapa saham baru yang boleh dibeli? (b) Hitung nilai teoritis right per saham. (c) Berapa theoretical ex-rights price (TERP)?
Soal 2 — Klasifikasi Saham
Berikan klasifikasi (cap size dan style) untuk saham-saham berikut berdasarkan data:
| Saham | Market Cap | P/E | Pertumbuhan EPS | Dividend Yield |
|---|---|---|---|---|
| P | Rp 250 T | 12× | 8% | 5,2% |
| Q | Rp 8 T | 35× | 25% | 0,5% |
| R | Rp 500 M | 8× | 3% | 7,1% |
Soal 3 — Indeks Harga Saham
Hitung return indeks menggunakan metode price-weighted dan value-weighted:
| Saham | Harga Awal | Harga Akhir | Saham Beredar |
|---|---|---|---|
| D | Rp 3.000 | Rp 3.300 | 5 juta |
| E | Rp 1.500 | Rp 1.425 | 20 juta |
| F | Rp 6.000 | Rp 6.600 | 2 juta |
Bandingkan hasilnya dan jelaskan mengapa berbeda.
Soal 4 — Biaya Transaksi
Investor membeli 50 lot saham BBCA di harga Rp 9.000 dan menjualnya sebulan kemudian di Rp 9.500. Komisi broker: 0,15% (beli) dan 0,20% (jual). Pajak jual: 0,10%. Hitung: (a) Total biaya transaksi (beli + jual). (b) Net profit setelah semua biaya. (c) Effective return (%).
8 Referensi
- Fabozzi, F. J., & Markowitz, H. M. (2011). The Theory and Practice of Investment Management (2nd ed.), Chapter 9. John Wiley & Sons.
- Reilly, F. K., & Brown, K. C. (2015). Investment Analysis and Portfolio Management (10th ed.), Chapter 5. Cengage Learning.
- Smart, S. B., Gitman, L. J., & Joehnk, M. D. (2017). Fundamentals of Investing (13th ed.), Chapter 6. Pearson.