Pertemuan 3: Seleksi Portofolio
Manajemen Investasi — EKM 19608
1 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menghitung expected return portofolio dari dua atau lebih aset.
- Menghitung variance dan standard deviation portofolio menggunakan konsep covariance dan correlation.
- Menjelaskan efek diversifikasi dan mengapa diversifikasi mampu mengurangi risiko.
- Menggambarkan efficient frontier dan menjelaskan maknanya bagi investor.
- Menghitung bobot minimum variance portfolio (MVP) untuk kasus dua aset.
2 Pendahuluan: Teori Portofolio Markowitz
Pada tahun 1952, Harry Markowitz mempublikasikan artikel revolusioner berjudul “Portfolio Selection” di Journal of Finance. Kontribusi utamanya adalah formalisasi ide bahwa investor tidak seharusnya hanya melihat return suatu aset secara individual, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana aset tersebut berinteraksi dengan aset lain dalam portofolio.
Inti teori Markowitz dapat diringkas dalam satu kalimat: diversifikasi mengurangi risiko — tetapi hanya jika aset-aset dalam portofolio tidak berkorelasi sempurna positif.
Pendekatan Markowitz sering disebut mean-variance framework karena investor membuat keputusan berdasarkan dua parameter: mean (expected return) dan variance (risiko).
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3; Reilly & Brown (2015), Ch. 7
3 Expected Return Portofolio
3.1 Konsep
Expected return portofolio adalah rata-rata tertimbang dari expected return masing-masing aset pembentuknya, di mana bobot (weight) adalah proporsi dana yang dialokasikan ke setiap aset.
3.2 Formula
\[ E(R_p) = \sum_{i=1}^{n} w_i \cdot E(R_i) \]
di mana:
- \(E(R_p)\) = expected return portofolio
- \(w_i\) = bobot (proporsi) aset ke-\(i\) dalam portofolio, dengan \(\sum w_i = 1\)
- \(E(R_i)\) = expected return aset ke-\(i\)
- \(n\) = jumlah aset dalam portofolio
Perhatikan bahwa formula ini linear — expected return portofolio selalu merupakan rata-rata tertimbang dari expected return individual. Tidak ada efek diversifikasi pada expected return; diversifikasi hanya memengaruhi risiko.
3.3 Contoh Perhitungan — Portofolio 2 Aset
Seorang investor mengalokasikan dananya ke dua saham:
| Saham | Bobot (\(w_i\)) | Expected Return \(E(R_i)\) |
|---|---|---|
| BBCA | 60% | 14% |
| TLKM | 40% | 10% |
Perhitungan:
\[ E(R_p) = w_1 \cdot E(R_1) + w_2 \cdot E(R_2) \]
\[ E(R_p) = (0{,}60)(0{,}14) + (0{,}40)(0{,}10) \]
\[ E(R_p) = 0{,}084 + 0{,}040 = 0{,}124 = 12{,}4\% \]
Portofolio ini diharapkan memberikan return 12,4% — nilainya berada di antara return kedua saham individual (10% dan 14%), sesuai dengan prinsip rata-rata tertimbang. Semakin besar bobot BBCA (yang memiliki expected return lebih tinggi), semakin tinggi expected return portofolio.
3.4 Contoh Perhitungan — Portofolio 3 Aset
| Saham | Bobot (\(w_i\)) | Expected Return \(E(R_i)\) |
|---|---|---|
| BBCA | 50% | 14% |
| TLKM | 30% | 10% |
| ASII | 20% | 16% |
\[ E(R_p) = (0{,}50)(0{,}14) + (0{,}30)(0{,}10) + (0{,}20)(0{,}16) \]
\[ = 0{,}070 + 0{,}030 + 0{,}032 = 0{,}132 = 13{,}2\% \]
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3
4 Risiko Portofolio: Variance dan Standard Deviation
4.1 Konsep
Berbeda dengan expected return yang bersifat linear, risiko portofolio tidak sekadar rata-rata tertimbang dari risiko individual. Risiko portofolio bergantung pada tiga faktor:
- Bobot masing-masing aset (\(w_i\))
- Variance (risiko individual) masing-masing aset (\(\sigma_i^2\))
- Covariance antar pasangan aset (\(\text{Cov}(R_i, R_j)\))
Faktor ketiga inilah yang membuat diversifikasi dimungkinkan — jika aset-aset tidak bergerak searah sempurna, risiko portofolio bisa lebih kecil dari rata-rata tertimbang risiko individual.
4.2 Covariance dan Correlation
Sebelum menghitung risiko portofolio, kita perlu memahami dua ukuran keterkaitan antar aset:
Covariance mengukur arah dan besaran hubungan linier antara return dua aset: \[ \text{Cov}(R_i, R_j) = E\left[(R_i - E(R_i))(R_j - E(R_j))\right] \]
- \(\text{Cov} > 0\): Kedua aset cenderung bergerak searah.
- \(\text{Cov} < 0\): Kedua aset cenderung bergerak berlawanan arah.
- \(\text{Cov} = 0\): Tidak ada hubungan linier.
Correlation coefficient adalah versi terstandardisasi dari covariance, dengan range \([-1, +1]\): \[ \rho_{ij} = \frac{\text{Cov}(R_i, R_j)}{\sigma_i \cdot \sigma_j} \]
- \(\rho = +1\): Korelasi positif sempurna (bergerak searah 100%).
- \(\rho = -1\): Korelasi negatif sempurna (bergerak berlawanan 100%).
- \(\rho = 0\): Tidak berkorelasi.
Hubungan antara keduanya:
\[ \text{Cov}(R_i, R_j) = \rho_{ij} \cdot \sigma_i \cdot \sigma_j \]
4.3 Formula Variance Portofolio — 2 Aset
\[ \sigma_p^2 = w_1^2 \sigma_1^2 + w_2^2 \sigma_2^2 + 2 w_1 w_2 \text{Cov}(R_1, R_2) \]
Atau equivalen menggunakan korelasi:
\[ \sigma_p^2 = w_1^2 \sigma_1^2 + w_2^2 \sigma_2^2 + 2 w_1 w_2 \rho_{12} \sigma_1 \sigma_2 \]
Standard deviation portofolio: \[ \sigma_p = \sqrt{\sigma_p^2} \]
4.4 Contoh Perhitungan — Risiko Portofolio 2 Aset
Melanjutkan contoh sebelumnya, berikut data lengkap kedua saham:
| Parameter | BBCA | TLKM |
|---|---|---|
| Bobot (\(w\)) | 60% | 40% |
| Expected Return | 14% | 10% |
| Std. Deviation (\(\sigma\)) | 20% | 15% |
| Korelasi (\(\rho_{12}\)) | 0,30 |
Langkah 1: Hitung setiap komponen variance.
- Komponen 1 (BBCA): \(w_1^2 \sigma_1^2 = (0{,}60)^2 (0{,}20)^2 = (0{,}36)(0{,}04) = 0{,}0144\)
- Komponen 2 (TLKM): \(w_2^2 \sigma_2^2 = (0{,}40)^2 (0{,}15)^2 = (0{,}16)(0{,}0225) = 0{,}0036\)
- Komponen 3 (Kovarians): \(2 w_1 w_2 \rho_{12} \sigma_1 \sigma_2 = 2(0{,}60)(0{,}40)(0{,}30)(0{,}20)(0{,}15) = 0{,}00432\)
Langkah 2: Jumlahkan ketiga komponen.
\[ \sigma_p^2 = 0{,}0144 + 0{,}0036 + 0{,}00432 = 0{,}02232 \]
Langkah 3: Hitung standard deviation.
\[ \sigma_p = \sqrt{0{,}02232} = 0{,}1494 = 14{,}94\% \]
Langkah 4: Bandingkan dengan rata-rata tertimbang risiko individual.
\[ \bar{\sigma} = (0{,}60)(0{,}20) + (0{,}40)(0{,}15) = 0{,}12 + 0{,}06 = 0{,}18 = 18\% \]
Risiko portofolio (14,94%) lebih rendah dari rata-rata tertimbang risiko individual (18%). Selisih sebesar 3,06 percentage point ini adalah efek diversifikasi. Efek ini dimungkinkan karena korelasi antara BBCA dan TLKM tidak sempurna (\(\rho = 0{,}30 < 1\)). Semakin rendah korelasi, semakin besar manfaat diversifikasi.
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3; Reilly & Brown (2015), Ch. 7
5 Efek Korelasi terhadap Risiko Portofolio
Untuk memahami peran korelasi secara lebih mendalam, mari kita hitung risiko portofolio dengan berbagai skenario korelasi (menggunakan data yang sama: \(w_1=0{,}6\), \(w_2=0{,}4\), \(\sigma_1=20\%\), \(\sigma_2=15\%\)):
| Korelasi (\(\rho\)) | \(\sigma_p^2\) | \(\sigma_p\) | Efek Diversifikasi |
|---|---|---|---|
| \(+1{,}0\) | \(0{,}0324\) | \(18{,}00\%\) | Tidak ada |
| \(+0{,}5\) | \(0{,}0252\) | \(15{,}87\%\) | Moderat |
| \(+0{,}3\) | \(0{,}0223\) | \(14{,}94\%\) | Signifikan |
| \(\phantom{+}0{,}0\) | \(0{,}0180\) | \(13{,}42\%\) | Besar |
| \(-0{,}5\) | \(0{,}0108\) | \(10{,}39\%\) | Sangat besar |
| \(-1{,}0\) | \(0{,}0036\) | \(6{,}00\%\) | Maksimal |
Banyak mahasiswa mengira bahwa diversifikasi membutuhkan korelasi negatif. Ini keliru — diversifikasi bermanfaat selama korelasi kurang dari +1. Bahkan dengan korelasi positif 0,5, risiko portofolio masih lebih rendah dari rata-rata tertimbang. Hanya pada \(\rho = +1\) diversifikasi benar-benar tidak bermanfaat.
5.1 Kasus Khusus: Korelasi = +1
Jika \(\rho = +1\):
\[ \sigma_p = w_1 \sigma_1 + w_2 \sigma_2 = (0{,}60)(0{,}20) + (0{,}40)(0{,}15) = 18\% \]
Risiko portofolio = rata-rata tertimbang → tidak ada diversifikasi.
5.2 Kasus Khusus: Korelasi = −1
Jika \(\rho = -1\), risiko dapat dieliminasi sepenuhnya dengan bobot tertentu:
\[ \sigma_p = |w_1 \sigma_1 - w_2 \sigma_2| \]
Risiko nol tercapai jika: \(w_1 = \frac{\sigma_2}{\sigma_1 + \sigma_2} = \frac{0{,}15}{0{,}20 + 0{,}15} = \frac{0{,}15}{0{,}35} = 42{,}86\%\)
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3
6 Diversifikasi
6.1 Risiko Sistematis vs. Risiko Tidak Sistematis
Total risiko suatu aset terdiri dari dua komponen:
\[ \text{Total Risk} = \text{Systematic Risk} + \text{Unsystematic Risk} \]
| Komponen | Nama Lain | Sumber | Dapat Didiversifikasi? |
|---|---|---|---|
| Risiko Sistematis | Market risk, non-diversifiable risk | Faktor makro: inflasi, suku bunga, resesi | ❌ Tidak |
| Risiko Tidak Sistematis | Idiosyncratic risk, diversifiable risk | Faktor spesifik perusahaan: manajemen, produk | ✅ Ya |
6.2 Berapa Banyak Aset untuk Diversifikasi Efektif?
Studi empiris menunjukkan bahwa sebagian besar manfaat diversifikasi tercapai dengan 20–30 saham yang dipilih secara acak dari berbagai sektor. Penambahan aset di luar angka ini memberikan marginal benefit yang semakin kecil.
| Jumlah Saham | Perkiraan \(\sigma_p\) | % Risiko Tersisa |
|---|---|---|
| 1 | 49% | 100% |
| 5 | 27% | 55% |
| 10 | 23% | 47% |
| 20 | 21% | 43% |
| 30 | 20% | 41% |
| 100 | 19,5% | 40% |
| 1000+ | ~19,2% (market risk) | ~39% |
Diversifikasi bukan sekadar menambah jumlah aset. Membeli 30 saham perbankan tidak memberikan diversifikasi efektif karena semuanya terekspos risiko yang sama (sektor perbankan). Diversifikasi efektif membutuhkan aset dengan korelasi rendah — idealnya dari sektor, industri, atau kelas aset yang berbeda.
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3; Reilly & Brown (2015), Ch. 7
7 Efficient Frontier
7.1 Konsep
Efficient frontier adalah kurva dalam ruang risiko-return (\(\sigma\) vs. \(E(R)\)) yang menghubungkan semua portofolio yang efisien — yaitu portofolio yang memberikan:
- Expected return tertinggi untuk setiap tingkat risiko tertentu, ATAU
- Risiko terendah untuk setiap tingkat expected return tertentu.
Portofolio yang berada di bawah efficient frontier disebut inefficient (tidak optimal) — selalu ada portofolio lain yang lebih baik (return lebih tinggi dengan risiko sama, atau risiko lebih rendah dengan return sama).
7.2 Opportunity Set dan Efficient Frontier — Ilustrasi 2 Aset
Dengan mengvariasikan bobot \(w_1\) dari 0 hingga 1 (dan \(w_2 = 1 - w_1\)), kita mendapatkan opportunity set — yaitu himpunan semua kombinasi portofolio yang mungkin.
Menggunakan data BBCA-TLKM sebelumnya (\(E(R_1)=14\%\), \(\sigma_1=20\%\), \(E(R_2)=10\%\), \(\sigma_2=15\%\), \(\rho=0{,}30\)):
| \(w_{\text{BBCA}}\) | \(w_{\text{TLKM}}\) | \(E(R_p)\) | \(\sigma_p\) |
|---|---|---|---|
| 0% | 100% | 10,00% | 15,00% |
| 20% | 80% | 10,80% | 13,27% |
| 30% | 70% | 11,20% | 13,03% |
| 40% | 60% | 11,60% | 13,13% |
| 60% | 40% | 12,40% | 14,94% |
| 80% | 20% | 13,20% | 17,19% |
| 100% | 0% | 14,00% | 20,00% |
Perhatikan bahwa pada \(w_{\text{BBCA}} \approx 30\%\), risiko portofolio mencapai titik minimum (\(\sigma_p \approx 13{,}03\%\)). Portofolio ini disebut Minimum Variance Portfolio (MVP).
Efficient frontier adalah bagian atas dari kurva ini — dari MVP ke atas. Bagian bawah (di bawah MVP) adalah inefficient karena untuk tingkat risiko yang sama, ada portofolio dengan return lebih tinggi.
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3
8 Minimum Variance Portfolio (MVP)
8.1 Konsep
Minimum Variance Portfolio adalah portofolio dengan risiko terendah di antara semua kemungkinan kombinasi aset. MVP menjadi titik ujung kiri efficient frontier.
8.2 Formula MVP — 2 Aset
\[ w_1^* = \frac{\sigma_2^2 - \text{Cov}(R_1, R_2)}{\sigma_1^2 + \sigma_2^2 - 2\text{Cov}(R_1, R_2)} \]
\[ w_2^* = 1 - w_1^* \]
8.3 Contoh Perhitungan MVP
Menggunakan data BBCA dan TLKM:
- \(\sigma_1^2 = (0{,}20)^2 = 0{,}04\)
- \(\sigma_2^2 = (0{,}15)^2 = 0{,}0225\)
- \(\text{Cov}(R_1, R_2) = \rho_{12}\sigma_1\sigma_2 = (0{,}30)(0{,}20)(0{,}15) = 0{,}009\)
Langkah 1: Substitusi ke formula.
\[ w_1^* = \frac{0{,}0225 - 0{,}009}{0{,}04 + 0{,}0225 - 2(0{,}009)} \]
\[ = \frac{0{,}0135}{0{,}0445} = 0{,}3034 = 30{,}34\% \]
\[ w_2^* = 1 - 0{,}3034 = 0{,}6966 = 69{,}66\% \]
Langkah 2: Hitung expected return MVP.
\[ E(R_{MVP}) = (0{,}3034)(0{,}14) + (0{,}6966)(0{,}10) = 0{,}04248 + 0{,}06966 = 0{,}11214 = 11{,}21\% \]
Langkah 3: Hitung risiko MVP.
\[ \sigma_{MVP}^2 = (0{,}3034)^2(0{,}04) + (0{,}6966)^2(0{,}0225) + 2(0{,}3034)(0{,}6966)(0{,}009) \]
\[ = 0{,}003682 + 0{,}010921 + 0{,}003802 = 0{,}018405 \]
\[ \sigma_{MVP} = \sqrt{0{,}018405} = 0{,}1357 = 13{,}57\% \]
MVP mengalokasikan lebih banyak dana ke TLKM (69,66%) yang memiliki risiko lebih rendah (\(\sigma = 15\%\)), dan lebih sedikit ke BBCA (30,34%) yang lebih berisiko (\(\sigma = 20\%\)). Portofolio ini menghasilkan expected return 11,21% dengan risiko minimum 13,57% — lebih rendah dari risiko TLKM saja (15%) berkat diversifikasi.
Sumber: Fabozzi & Markowitz (2011), Ch. 3; Reilly & Brown (2015), Ch. 8
9 Menghitung Covariance dari Data Historis
9.1 Formula
Dalam praktik, covariance dihitung dari data return historis:
\[ \text{Cov}(R_i, R_j) = \frac{1}{T-1} \sum_{t=1}^{T} (R_{i,t} - \bar{R}_i)(R_{j,t} - \bar{R}_j) \]
9.2 Contoh Perhitungan
Data return bulanan selama 5 bulan untuk dua saham:
| Bulan | Return BBCA (\(R_1\)) | Return TLKM (\(R_2\)) |
|---|---|---|
| 1 | 3% | 2% |
| 2 | −1% | 1% |
| 3 | 5% | −2% |
| 4 | 2% | 3% |
| 5 | 1% | 1% |
Langkah 1: Hitung rata-rata return.
\[ \bar{R}_1 = \frac{3 + (-1) + 5 + 2 + 1}{5} = \frac{10}{5} = 2\% \]
\[ \bar{R}_2 = \frac{2 + 1 + (-2) + 3 + 1}{5} = \frac{5}{5} = 1\% \]
Langkah 2: Hitung deviasi dan produk deviasi.
| Bulan | \(R_1 - \bar{R}_1\) | \(R_2 - \bar{R}_2\) | Produk |
|---|---|---|---|
| 1 | \(3-2 = 1\) | \(2-1 = 1\) | \(1 \times 1 = 1\) |
| 2 | \(-1-2 = -3\) | \(1-1 = 0\) | \(-3 \times 0 = 0\) |
| 3 | \(5-2 = 3\) | \(-2-1 = -3\) | \(3 \times (-3) = -9\) |
| 4 | \(2-2 = 0\) | \(3-1 = 2\) | \(0 \times 2 = 0\) |
| 5 | \(1-2 = -1\) | \(1-1 = 0\) | \(-1 \times 0 = 0\) |
| Jumlah | −8 |
Langkah 3: Hitung covariance.
\[ \text{Cov}(R_1, R_2) = \frac{-8}{5-1} = \frac{-8}{4} = -2{,}0 \text{ (%}^2\text{)} \]
Langkah 4: Hitung variance masing-masing untuk mencari korelasi.
\(\sigma_1^2 = \frac{(1)^2 + (-3)^2 + (3)^2 + (0)^2 + (-1)^2}{4} = \frac{1+9+9+0+1}{4} = \frac{20}{4} = 5{,}0\)
\(\sigma_2^2 = \frac{(1)^2 + (0)^2 + (-3)^2 + (2)^2 + (0)^2}{4} = \frac{1+0+9+4+0}{4} = \frac{14}{4} = 3{,}5\)
\[ \rho_{12} = \frac{-2{,}0}{\sqrt{5{,}0} \times \sqrt{3{,}5}} = \frac{-2{,}0}{2{,}236 \times 1{,}871} = \frac{-2{,}0}{4{,}183} = -0{,}478 \]
Covariance negatif (−2,0) dan korelasi negatif (−0,478) menunjukkan bahwa BBCA dan TLKM cenderung bergerak berlawanan arah dalam sampel ini. Kombinasi kedua saham ini akan memberikan efek diversifikasi yang kuat — risiko portofolio akan jauh di bawah rata-rata tertimbang risiko individual.
Sumber: Reilly & Brown (2015), Ch. 7
10 Ringkasan
- Expected return portofolio adalah rata-rata tertimbang expected return individual: \(E(R_p) = \sum w_i E(R_i)\). Diversifikasi tidak memengaruhi return, hanya risiko.
- Risiko portofolio bergantung pada variance individual dan covariance antar aset. Risiko portofolio umumnya lebih rendah dari rata-rata tertimbang risiko individual.
- Covariance mengukur arah dan besaran hubungan antar return; correlation adalah versi terstandardisasi (\(-1 \leq \rho \leq +1\)).
- Diversifikasi bermanfaat selama \(\rho < +1\) — tidak harus negatif. Sebagian besar manfaat tercapai dengan 20–30 saham dari berbagai sektor.
- Efficient frontier adalah kurva portofolio optimal dalam ruang \(\sigma\)–\(E(R)\). Portofolio di bawah frontier adalah inefficient.
- Minimum Variance Portfolio (MVP) memiliki risiko terendah di antara semua kombinasi; bobotnya dihitung dengan formula analitik untuk kasus 2 aset.
11 Latihan Soal
Soal 1 — Expected Return Portofolio
Seorang investor membangun portofolio yang terdiri dari tiga reksa dana:
| Reksa Dana | Bobot | Expected Return |
|---|---|---|
| Saham A | 45% | 15% |
| Obligasi B | 35% | 8% |
| Pasar Uang C | 20% | 5% |
Hitung expected return portofolio.
Soal 2 — Variance dan Standard Deviation Portofolio
Dua saham memiliki data berikut:
- Saham X: \(E(R) = 12\%\), \(\sigma = 18\%\)
- Saham Y: \(E(R) = 8\%\), \(\sigma = 12\%\)
- \(\rho_{XY} = 0{,}25\)
Untuk portofolio dengan bobot 70% Saham X dan 30% Saham Y, hitung: (a) \(E(R_p)\), (b) \(\sigma_p^2\), (c) \(\sigma_p\), dan (d) bandingkan \(\sigma_p\) dengan rata-rata tertimbang \(\sigma\) individual.
Soal 3 — Minimum Variance Portfolio
Menggunakan data Soal 2, hitung: (a) bobot MVP, (b) expected return MVP, dan (c) standard deviation MVP.
Soal 4 — Covariance dari Data Historis
Berikut return bulanan dua saham selama 6 bulan:
| Bulan | Saham P | Saham Q |
|---|---|---|
| 1 | 4% | −1% |
| 2 | −2% | 3% |
| 3 | 6% | 1% |
| 4 | 1% | 2% |
| 5 | −3% | 4% |
| 6 | 6% | −1% |
Hitung: (a) rata-rata return masing-masing saham, (b) variance masing-masing, (c) covariance, dan (d) koefisien korelasi. Apakah kedua saham ini cocok digabung dalam portofolio? Jelaskan.
Soal 5 — Efek Korelasi
Dua aset memiliki \(\sigma_1 = 25\%\) dan \(\sigma_2 = 15\%\) dengan bobot masing-masing 50%. Hitung \(\sigma_p\) untuk \(\rho = +1{,}0\); \(+0{,}5\); \(0\); \(-0{,}5\); \(-1{,}0\). Gambarkan kesimpulan tentang hubungan korelasi dan diversifikasi.
12 Referensi
- Fabozzi, F. J., & Markowitz, H. M. (2011). The Theory and Practice of Investment Management (2nd ed.), Chapter 3. John Wiley & Sons.
- Reilly, F. K., & Brown, K. C. (2015). Investment Analysis and Portfolio Management (10th ed.), Chapters 7–8. Cengage Learning.
- Markowitz, H. (1952). Portfolio Selection. Journal of Finance, 7(1), 77–91.