Latihan Soal — Persiapan UAS

Manajemen Investasi — EKM 19608

Halaman ini berisi kompilasi latihan soal dari Pertemuan 9–14 untuk persiapan Ujian Akhir Semester (UAS). Materi UAS mencakup:

Pertemuan Topik
9 Saham Biasa
10 Manajemen Portofolio Ekuitas
11 Valuasi Saham
12 Manajemen Portofolio Ekuitas Kuantitatif
13 Long-Short Equity
14 Risiko Multifaktor & Derivatif Ekuitas
CatatanCatatan

UAS bersifat komprehensif — materi UTS (Pertemuan 1–7) juga bisa diujikan. Pastikan untuk me-review Latihan UTS juga.


1 Pertemuan 9 — Saham Biasa

Soal 9.1 Jelaskan perbedaan utama antara saham biasa dan saham preferen berdasarkan: (a) hak suara, (b) dividen, (c) klaim likuidasi, dan (d) potensi capital gain.

Soal 9.2 PT ABC akan melakukan rights issue dengan rasio 4:1 di harga Rp 3.500. Harga pasar saat ini Rp 5.000. Investor memiliki 8.000 saham. (a) Berapa saham baru yang boleh dibeli? (b) Hitung theoretical ex-rights price (TERP). (c) Hitung nilai teoritis per right.

Soal 9.3 Hitung return indeks menggunakan metode price-weighted dan value-weighted:

Saham Harga Awal Harga Akhir Saham Beredar (juta)
M Rp 4.000 Rp 4.400 8
N Rp 2.000 Rp 1.900 15
O Rp 8.000 Rp 8.800 3
  1. Hitung return masing-masing metode. (b) Jelaskan mengapa hasilnya berbeda. (c) Metode mana yang digunakan IHSG?

Soal 9.4 Investor membeli 100 lot saham di harga Rp 3.000 dan menjual di Rp 3.400. Komisi beli: 0,15%, komisi jual: 0,25%, pajak jual: 0,10%. Hitung: (a) total biaya transaksi, (b) net profit, (c) effective return.


2 Pertemuan 10 — Manajemen Portofolio Ekuitas

Soal 10.1 Portofolio indeks dan benchmark:

Kuartal \(R_p\) \(R_b\)
Q1 5,5% 5,0%
Q2 −3,2% −3,8%
Q3 7,1% 7,5%
Q4 2,0% 2,3%
Q5 −1,5% −1,0%
Q6 4,8% 4,5%

Hitung: (a) Rata-rata excess return. (b) Tracking error (quarterly). (c) Annualized tracking error (×\(\sqrt{4}\)). (d) Information Ratio.

Soal 10.2 Manajer X: return 17%, \(\beta = 1{,}2\), TE = 7%. Manajer Y: return 14,5%, \(\beta = 0{,}95\), TE = 4,5%. \(R_f = 5\%\), \(R_m = 12\%\). (a) Hitung Jensen’s Alpha masing-masing. (b) Hitung IR. (c) Manajer mana yang lebih baik sebagai pelengkap (satellite) portofolio core-satellite?

Soal 10.3 Analisis RBSA (Returns-Based Style Analysis) seorang manajer menunjukkan: Large Value 50%, Large Growth 20%, Small Value 20%, Fixed Income 10%. Manajer mengklaim strateginya “aggressive growth all-cap.” (a) Apakah klaim manajer konsisten dengan RBSA? (b) Benchmark apa yang paling tepat?

Soal 10.4 Portofolio Rp 2 miliar: 75% core (index fund, ER 0,25%) dan 25% satellite (manajer aktif, fee 2,5%, expected alpha 3,0%). (a) Hitung total biaya per tahun. (b) Jika benchmark return 11%, hitung expected portfolio return. (c) Berapa minimum alpha agar strategi ini breakeven vs. 100% pasif?


3 Pertemuan 11 — Valuasi Saham

Soal 11.1 PT Dividen Jaya: \(D_0 = \text{Rp 300}\), pertumbuhan dividen konstan 9%, \(k = 15\%\). (a) Hitung intrinsic value. (b) Jika harga pasar Rp 4.800, apakah layak dibeli? (c) Hitung margin of safety. (d) Jika growth rate direvisi ke 6%, berapa perubahan intrinsic value (%)?

Soal 11.2 PT Startup Indo: \(D_0 = \text{Rp 50}\). Pertumbuhan 30% selama 5 tahun, kemudian 5% selamanya. \(k = 20\%\). Hitung intrinsic value menggunakan two-stage DDM.

Soal 11.3 Data PT Infrastruktur Besar (miliar Rp): Net Income = 1.200, Depreciation = 400, CapEx = 600, ΔWC = 80, Net Borrowing = 200. Saham beredar: 5 miliar lembar. Pertumbuhan FCFE: 6%, \(k = 12\%\). (a) Hitung FCFE. (b) FCFE per saham. (c) Intrinsic value.

Soal 11.4 Empat perusahaan consumer goods:

Perusahaan EPS BV/Share EBITDA (M) Market Cap (M) Debt (M) Cash (M)
A Rp 400 Rp 2.000 800 8.000 1.500 500
B Rp 250 Rp 1.500 500 4.500 800 200
C Rp 500 Rp 3.000 1.200 12.000 600 1.000
D Rp 180 Rp 900 300 2.700 400 100

Hitung P/E, P/B, dan EV/EBITDA untuk semua perusahaan. Identifikasi saham yang paling menarik dan paling mahal berdasarkan valuasi relatif.


4 Pertemuan 12 — Portofolio Kuantitatif

Soal 12.1 Hitung composite score (Value 35%, Momentum 35%, Quality 30%):

Saham z-Value z-Momentum z-Quality
A 2,0 0,5 0,8
B −0,3 1,8 1,5
C 1,0 1,0 1,0
D 0,5 −0,8 2,0
E −1,0 2,5 −0,3

Rangking dan tentukan mana yang masuk kuintil atas (beli) dan kuintil bawah (jual/hindari).

Soal 12.2 Backtest strategi value-momentum selama 15 tahun:

Metrik Strategi Benchmark
Annualized Return 14,5% 10,2%
Volatility 19% 15%
Max Drawdown −42% −35%
Annual Turnover 180%

\(R_f = 3\%\), biaya round-trip = 0,50%. (a) Hitung Sharpe Ratio strategi dan benchmark. (b) Dampak biaya transaksi per tahun. (c) Net Sharpe Ratio setelah biaya. (d) Apakah strategi masih layak?

Soal 12.3 Jelaskan perbedaan antara: (a) survivorship bias vs. look-ahead bias, (b) in-sample vs. out-of-sample testing. Berikan contoh bagaimana masing-masing bisa menyesatkan hasil backtest.

Soal 12.4 Manajer kuantitatif memiliki universe 200 saham, portofolio 40 saham. Constraints: bobot min 1%, bobot maks 5%, no short-selling, sektor keuangan max 40%, turnover kuartalan max 30%. (a) Apakah mungkin memiliki portofolio equal-weight? (b) Jika 15 dari 40 saham masuk sektor keuangan, berapa range bobot sektor keuangan? (c) Apa trade-off antara ketatnya constraints dan potensi alpha?


5 Pertemuan 13 — Long-Short Equity

Soal 13.1 Investor short sell 5.000 lembar saham di Rp 6.000. Initial margin = 50%, maintenance margin = 25%. (a) Berapa margin deposit awal? (b) Pada harga berapa terjadi margin call? (c) Jika cover di Rp 4.500, biaya pinjaman 0,8%, hitung net profit dan return on equity.

Soal 13.2 Hedge fund: NAV Rp 5 miliar. Long 130%, Short 50%. Return long = +14%, return short = +5% (saham naik). \(R_f = 4\%\), biaya pinjaman = 1,5%. (a) Hitung gross dan net exposure. (b) Hitung return dari posisi long, posisi short, dan short rebate. (c) Total portfolio return. (d) Jika benchmark return = 10%, berapa alpha?

Soal 13.3 Portofolio long (\(\beta_L = 1{,}4\)) dan portofolio short (\(\beta_S = 0{,}6\)). Long weight = 100%. (a) Berapa short weight untuk beta-neutral? (b) Verifikasi bahwa portfolio beta = 0. (c) Jika pasar turun 10%, apa yang terjadi pada portofolio beta-neutral (asumsikan alpha = 0 dan hanya faktor market yang relevan)?

Soal 13.4 Pair trading: BBNI dan BMRI. Rasio historis BBNI/BMRI = 0,65 (±0,05). Saat ini: BBNI = Rp 5.800, BMRI = Rp 7.500 (rasio = 0,773). (a) Apa strategi yang tepat? (b) Jika rasio kembali ke 0,68 (BBNI = Rp 5.440, BMRI = Rp 8.000), hitung profit per pair. (c) Identifikasi 2 risiko utama strategi ini.


6 Pertemuan 14 — Risiko Multifaktor & Derivatif Ekuitas

Soal 14.1 Call option pada saham BBCA: \(K\) = Rp 9.000, \(C\) = Rp 600. Hitung payoff dan profit jika harga saat expiration: (a) Rp 7.500, (b) Rp 9.600, (c) Rp 11.000. (d) Tentukan break-even price.

Soal 14.2 Investor memiliki 10.000 lembar saham @ Rp 5.000. Ia membeli protective put: \(K\) = Rp 4.500, \(P\) = Rp 350. (a) Berapa kerugian maksimal (Rp dan %)? (b) Break-even price? (c) Bandingkan P&L dengan dan tanpa proteksi jika harga turun ke Rp 3.000.

Soal 14.3 Covered call: Long 5.000 lembar @ Rp 7.000. Short call: \(K\) = Rp 7.800, \(C\) = Rp 300. (a) Profit maksimal. (b) Break-even price. (c) Jika harga naik ke Rp 9.000, berapa profit aktual dan opportunity cost?

Soal 14.4 Portofolio Rp 8 miliar, \(\beta = 1{,}25\). Index futures: harga 1.100, multiplier Rp 500.000/poin. (a) Berapa kontrak untuk mengurangi beta ke 0,75? (b) Berapa kontrak untuk full hedge? (c) Jika indeks turun 8%, hitung approx. P&L portofolio sebelum dan setelah full hedge.

Soal 14.5 Portofolio memiliki risk attribution berikut:

Faktor Kontribusi Risiko
Market 68%
Size 12%
Value 10%
Momentum 5%
Specific 5%
  1. Apakah portofolio ini well-diversified? Jelaskan. (b) Manajer mengklaim sebagai “stock picker.” Apakah klaim ini konsisten dengan risk attribution? (c) Bagaimana cara mengurangi market risk contribution tanpa menjual saham?

7 Tips Persiapan UAS

TipStrategi Belajar
  1. Formula kunci UAS: DDM (Gordon Growth + two-stage), FCFE, P/E justified, tracking error, IR, payoff opsi (call & put), protective put, covered call, futures hedging (\(N_f\)), composite score.
  2. Pahami hubungan antar konsep: valuasi (Pert. 11) digunakan untuk stock selection (Pert. 10), yang di-scale secara kuantitatif (Pert. 12), dan bisa dilakukan long-short (Pert. 13), dengan hedging via derivatif (Pert. 14).
  3. Latih kasus numerik: Hitung DDM, FCFE valuation, option payoff, dan futures hedging secara manual.
  4. Review juga materi UTS — UAS bersifat komprehensif.
  5. Perhatikan assumptions: Setiap model memiliki asumsi — pertanyaan konseptual sering menguji pemahaman tentang kapan model berlaku dan kapan tidak.